Berita

Ustadz Muhammad Nuruddin Kunjungi Perpustakaan Dalwa, Telaah Kitab dan Berdiskusi Seputar Keilmuan

Bangil, 30 Agustus 2026 — Perpustakaan Terpadu Sayyid Muhammad Al-Maliki Al-Hasani (Perpustakaan Dalwa) mendapat kunjungan ilmiah dari Ustadz Muhammad Nuruddin pada Kamis, 30 Agustus 2026. Kunjungan tersebut dilakukan di sela-sela agenda beliau menghadiri undangan seminar yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (UII Dalwa). Dalam kunjungannya, Ustadz Muhammad Nuruddin menyempatkan diri menelusuri koleksi perpustakaan dengan penuh perhatian. Beliau menelaah rak demi rak kitab yang tersusun di perpustakaan, sekaligus memberikan penjelasan mengenai beberapa kitab yang memiliki keterkaitan dengan kajian ilmu filsafat dan pemikiran Islam. Suasana kunjungan berlangsung penuh nuansa ilmiah. Beliau juga menjelaskan biografi serta perjalanan keilmuan Syekh Mahmud Al-Aqqad, salah satu tokoh intelektual Islam yang dikenal melalui karya-karyanya dalam bidang sastra, pemikiran, dan filsafat. Selain menelaah koleksi kitab, Ustadz Muhammad Nuruddin juga berdiskusi bersama salah satu pustakawan Perpustakaan Dalwa. Perbincangan tersebut membahas berbagai tema keilmuan, khususnya mengenai ilmu kalam, perkembangan pemikiran Islam, serta wawasan tentang pengelolaan dan pengembangan ilmu perpustakaan. Kunjungan ini menjadi momen berharga bagi Perpustakaan Dalwa, karena tidak hanya mempererat silaturahmi antar insan akademik, tetapi juga memberikan motivasi dalam meningkatkan budaya literasi dan kecintaan terhadap khazanah keilmuan Islam.

Ustadz Muhammad Nuruddin Kunjungi Perpustakaan Dalwa, Telaah Kitab dan Berdiskusi Seputar Keilmuan Read More »

Kunjungan Direktur Madani Prabu Jaya Travel Haji & Umrah ke Perpustakaan Dalwa

Pada Sabtu, 18 Juli 2026, Perpustakaan Dalwa menerima kunjungan istimewa dari Direktur Madani Prabu Jaya Travel Haji & Umrah, Al-Habib Hud bin Abdullah bin Ibrus Assegaf dari Surabaya. Kedatangan beliau disambut hangat dan didampingi secara langsung oleh Abuya Zain bin Hasan Baharun, selaku Mudir Ma’had Dalwa. Dalam kesempatan tersebut, Abuya Zain mengajak Al-Habib Hud berkeliling meninjau berbagai fasilitas yang tersedia di Perpustakaan Dalwa. Beliau menjelaskan bahwa sistem pengelolaan perpustakaan saat ini telah berbasis teknologi, mulai dari pengelolaan koleksi, pencarian referensi, hingga layanan bagi para santri dan pengunjung. Abuya Zain menyampaikan bahwa pengembangan Perpustakaan Dalwa merupakan bentuk ikhtiar dalam menghadirkan layanan yang modern tanpa meninggalkan jati diri pesantren. Seluruh sistem yang diterapkan memadukan tradisi keilmuan salaf dengan perkembangan teknologi, sehingga kemudahan akses informasi dapat dinikmati tanpa mengesampingkan nilai-nilai, adab, dan khazanah keilmuan Islam yang telah diwariskan oleh para ulama. Kunjungan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk berdiskusi mengenai pentingnya inovasi dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Diharapkan, langkah yang ditempuh Perpustakaan Dalwa dapat menjadi inspirasi dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap menjaga dan melestarikan tradisi keilmuan pesantren.

Kunjungan Direktur Madani Prabu Jaya Travel Haji & Umrah ke Perpustakaan Dalwa Read More »

GEMERLAP LITERASI DAN KULINER: MUDIRUL MA’HAD ABUYA ZAIN BAHARUN RESMI BUKA CAFE MAKTABAH DALWA

PASURUAN – Suasana khidmat sekaligus penuh sukacita menyelimuti area perpustakaan lantai 8, pada Selasa malam, 7 Juli 2026. Momen bersejarah ini ditandai dengan peresmian “Cafe Maktabah Dalwa,” sebuah ruang kreatif yang mengintegrasikan kecintaan terhadap literasi dengan kenyamanan ruang diskusi modern. Acara peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Mudirul Ma’had, Abuya Zain Baharun, yang secara simbolis membuka operasional cafe di lingkungan pusat ilmu tersebut. Kehadiran beliau disambut dengan hangat oleh para tamu kehormatan, jajaran asatidz (staf pengajar), serta antusiasme tinggi dari para pengelola perpustakaan dan staf Cafe Maktabah Dalwa. Dalam suasana malam yang hangat, Abuya Zain Baharun menyapa para tamu undangan yang terdiri dari para tokoh dan pengajar senior. Kehadiran beliau menjadi puncak kebahagiaan bagi seluruh staf yang telah bekerja keras mempersiapkan fasilitas terbaru ini. “Cafe Maktabah Dalwa bukan sekadar tempat untuk menikmati sajian, melainkan ruang untuk memperkuat tradisi keilmuan melalui diskusi yang lebih santai namun tetap berbobot,” ujar salah satu staf dalam sambutannya. Kehadiran Cafe Maktabah Dalwa di lantai 8 ini diharapkan dapat menjadi oase bagi para civitas akademika dan pengunjung untuk melepas penat setelah menelusuri ribuan literatur, sekaligus membangun ekosistem intelektual yang dinamis di lingkungan pondok pesantren. Peresmian yang berlangsung di malam hari tersebut ditutup dengan ramah tamah yang akrab, mencerminkan sinergi antara semangat inovasi manajemen dan penghormatan terhadap tradisi pendidikan yang selama ini dijunjung tinggi di Dalwa.

GEMERLAP LITERASI DAN KULINER: MUDIRUL MA’HAD ABUYA ZAIN BAHARUN RESMI BUKA CAFE MAKTABAH DALWA Read More »

MENGASAH KEMAMPUAN SANAD: PERPUSTAKAAN DALWA JADI PUSAT KAJIAN TAKHRIJUL HADITS BAGI SANTRI ALIYAH

PASURUAN – Perpustakaan Dalwa kembali mengukuhkan perannya sebagai episentrum kegiatan intelektual santri. Pada Rabu malam (malam Kamis), kawasan perpustakaan yang tenang dan kondusif bertransformasi menjadi ruang kelas intensif bagi santri kelas 1 dan 2 Aliyah dalam agenda rutin kajian bulanan. Kajian yang menjadi bagian dari kurikulum resmi Pondok Dalwa ini menghadirkan Ustaz Mundziri sebagai pemateri utama. Fokus pembahasan kali ini adalah disiplin ilmu Takhrijul Hadits, sebuah cabang ilmu krusial dalam menelusuri akar sanad dan kualitas periwayatan sebuah hadits. Berbeda dengan format perkuliahan konvensional, sesi kajian ini dirancang dengan pendekatan pragmatis. Ustaz Mundziri menekankan pentingnya metode learning by doing, di mana para santri tidak hanya dijejali dengan teori di atas kertas, namun langsung terjun melakukan praktik pelacakan sumber asli (marja’) hadits di antara ribuan koleksi literatur yang tersedia. “Takhrijul hadits menuntut ketelitian dan ketangkasan dalam menelusuri kitab-kitab primer. Melalui praktik langsung di perpustakaan, santri dilatih untuk terbiasa berinteraksi dengan marja’ (referensi) otentik, sehingga mereka memiliki pijakan yang kuat dalam memahami kaidah periwayatan,” ujar salah satu pengurus perpustakaan saat mendampingi jalannya kajian. Suasana malam itu terlihat dinamis. Para santri kelas 1 dan 2 Aliyah tampak antusias membongkar literatur-literatur klasik untuk menemukan rujukan hadits yang diarahkan oleh pemateri. Interaksi antara pemateri dan peserta yang sangat cair membuat materi yang tergolong berat ini menjadi lebih mudah dipahami dan aplikatif. Agenda rutin malam Kamis ini diharapkan dapat terus mencetak generasi santri yang tidak hanya memiliki hafalan yang luas, tetapi juga memiliki metodologi yang benar dalam memvalidasi keilmuan, selaras dengan semangat literasi yang terus digelorakan di lingkungan Pondok Dalwa.

MENGASAH KEMAMPUAN SANAD: PERPUSTAKAAN DALWA JADI PUSAT KAJIAN TAKHRIJUL HADITS BAGI SANTRI ALIYAH Read More »

Kunjungan Internasional: Syekh Mustafa Atef Terpukau Kemegahan Perpustakaan Baru Ponpes Dalwa

PASURUAN — Pondok Pesantren Darullughah Waddawah (Dalwa) kembali menjadi magnet bagi tokoh-tokoh Islam internasional. Pada Rabu, 24 Juni 2026, pesantren yang berpusat di Raci, Bangil ini mendapat kehormatan atas kunjungan munsyid kenamaan asal Mesir, Syekh Mustafa Atef. Kehadiran pelantun qasidah legendaris Qomarun tersebut disambut hangat dan langsung oleh Pengasuh Ponpes Dalwa, Abuya Habib Zain bin Hasan Baharun. Gemuruh Qasidah di Panggung Dalwa Aroma spiritual yang kental menyelimuti panggung utama Ponpes Dalwa saat Syekh Mustafa Atef naik ke atas panggung bersama ribuan santri. Pertemuan ini menjadi momen emas yang dipenuhi lantunan qasidah-qasidah indah dan selawat yang menggetarkan hati. Suara merdu Syekh Mustafa Atef yang berpadu harmonis dengan gemuruh suara para santri Dalwa berhasil menciptakan atmosfer syahdu sekaligus penuh semangat mahabbah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Menjelajahi Perpustakaan Dalwa: Integrasi Khazanah Klasik dan Sistem Modern Selepas mengisi acara di panggung utama, Abuya Habib Zain Baharun langsung mengajak Syekh Mustafa Atef menuju salah satu fasilitas kebanggaan terbaru pesantren: Perpustakaan Dalwa. Kunjungan yang berlangsung tepat pada 24 Juni 2026 ini menjadi momen bagi Abuya untuk memperkenalkan wajah baru perpustakaan yang megah dan estetik. Bukan sekadar tempat menyimpan kitab, Perpustakaan Dalwa kini tampil memukau dengan berbagai macam sistem perpustakaan baru yang modern. Beberapa keunggulan sistem baru yang diperkenalkan antara lain: Syekh Mustafa Atef menyampaikan rasa kagum dan apresiasinya yang mendalam. Beliau memuji langkah progresif Ponpes Dalwa yang berhasil mengawinkan keluhuran tradisi keilmuan Islam (turats) dengan kecanggihan sistem teknologi modern. Kunjungan ini menegaskan posisi Ponpes Dalwa bukan hanya sebagai lembaga pencetak kader ulama, namun juga sebagai pusat peradaban dan literasi Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kunjungan Internasional: Syekh Mustafa Atef Terpukau Kemegahan Perpustakaan Baru Ponpes Dalwa Read More »

Mengasah Ketajaman Berpikir: Perpustakaan Dalwa Gelar Diskusi Seni Debat Berkelas Bersama Gus Wafi

PASURUAN – Perpustakaan Dalwa kembali menjadi pusat intelektual dengan menghadirkan ruang diskusi yang menggugah nalar pada Jum’at, 19 Juni 2026. Mengusung tema yang sangat relevan dengan dinamika komunikasi saat ini, acara bertajuk “Retorika, Dialektika, dan Kekuatan Argumentasi: Seni Debat Berkelas Tanpa Melukai Lawan” sukses menyedot antusiasme para santri dan pegiat literasi. Diskusi yang dimulai tepat pukul 21.00 WIB ini menghadirkan sosok pemikir tajam, Gus Wafi, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Gus Wafi mengupas tuntas bagaimana retorika dan dialektika bukan sekadar alat untuk memenangkan argumen, melainkan seni menyampaikan kebenaran dengan etika dan kedalaman ilmu. Debat sebagai Sarana Pertumbuhan, Bukan Permusuhan Dalam suasana diskusi yang hangat namun kritis di Perpustakaan Dalwa, Gus Wafi menekankan bahwa kekuatan argumentasi yang sesungguhnya terletak pada kemampuan seseorang untuk membedah masalah tanpa harus menyerang pribadi lawan. “Debat yang berkelas adalah debat yang mampu mencerahkan. Kita tidak sedang mencari siapa yang paling lantang, melainkan siapa yang mampu menyusun gagasan secara sistematis dan santun,” ujar Gus Wafi di hadapan para peserta. Panduan Moderator yang Inspiratif Acara ini dipandu dengan sangat apik oleh Ust. Bambang Nurdiyansyah. Selaku moderator, Ust. Bambang berhasil menjaga alur diskusi tetap dinamis, memastikan setiap poin argumen yang disampaikan oleh pemateri maupun peserta dapat tereksplorasi dengan maksimal. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri, menjaga koridor diskusi agar tetap berada pada koridor ilmiah namun tetap asyik untuk diikuti hingga larut malam. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membudayakan tradisi diskusi yang sehat di lingkungan pendidikan, di mana perbedaan pendapat dipandang sebagai kekayaan intelektual, bukan pemicu perpecahan.

Mengasah Ketajaman Berpikir: Perpustakaan Dalwa Gelar Diskusi Seni Debat Berkelas Bersama Gus Wafi Read More »

Memperkuat Sinergi Literasi: Perpustakaan Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Terima Kunjungan Rektorat UINSA

PASURUAN — Dalam upaya memperluas jejaring kolaborasi serta memperkuat ekosistem literasi di dunia pendidikan tinggi, Perpustakaan Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki di lingkungan Pondok Pesantren Dalwa menerima kunjungan istimewa dari jajaran Rektorat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada Selasa, 5 Mei 2026. Pertemuan ini menjadi momen strategis dalam membangun jembatan kerja sama antarlembaga pendidikan, guna menciptakan iklim akademis yang lebih progresif dan kompetitif bagi para pelajar serta mahasiswa di Jawa Timur. Kedatangan rombongan Rektorat UINSA disambut dengan hangat oleh Al-Ustadz Farid beserta jajaran tim pustakawan di lobi utama perpustakaan. Dalam suasana yang profesional namun penuh keakraban, agenda utama kunjungan ini difokuskan pada observasi terhadap sistem pengelolaan perpustakaan serta pertukaran ide terkait manajemen literasi di era digital. Rombongan delegasi diajak menyusuri setiap ruang koleksi dan fasilitas pendukung yang dimiliki perpustakaan. Mereka secara khusus menaruh perhatian pada integrasi teknologi informasi dalam layanan akses buku serta kenyamanan sarana belajar yang tersedia bagi para santri dan mahasiswa. Kunjungan ini bukan sekadar bentuk silaturahmi formal, melainkan langkah nyata dalam mempererat tali literasi antaruniversitas. Diskusi yang berlangsung di sela-sela peninjauan menunjukkan adanya kesamaan visi antara UINSA dan Perpustakaan Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam menempatkan perpustakaan sebagai jantung dari keilmuan dan pusat peradaban intelektual. Al-Ustadz Farid menyampaikan bahwa kehadiran delegasi dari institusi perguruan tinggi negeri ternama ini merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi pengelola perpustakaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan ketersediaan referensi. Manfaat utama dari kunjungan ini adalah terbukanya peluang kolaborasi strategis, mulai dari pertukaran akses data, pengembangan sistem perpustakaan, hingga diskusi mendalam mengenai tren literasi masa depan. Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan minat baca serta kualitas riset di kedua belah pihak. Agenda kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus bersinergi. Perpustakaan Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki senantiasa terbuka untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, menjadikan literasi sebagai bahasa universal yang menyatukan semangat untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa.

Memperkuat Sinergi Literasi: Perpustakaan Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Terima Kunjungan Rektorat UINSA Read More »

Menyemai Silaturahmi Lintas Benua: Al-Habib Fahri bin Syihab Kunjungi Perpustakaan Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki

PASURUAN — Perpustakaan Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki di lingkungan Pondok Pesantren Dalwa kembali menjadi persinggahan tokoh ulama mancanegara. Pada Minggu, 31 Mei 2026, perpustakaan ini menerima kunjungan istimewa dari Al-Habib Fahri bin Syihab, seorang cendekiawan yang lama menetap dan menempuh studi di Amerika Serikat. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda silaturahmi yang hangat bersama sahabat karib beliau, Mudirul Ma’had, Abuya Habib Zain bin Hasan Baharun. Kehadiran beliau di Dalwa menjadi pemantik semangat sebelum nantinya akan mengisi seminar ilmiah bersama Habib Husein Ja’far Al-Haddar pada malam harinya, serta melanjutkan perjalanan ziarah ke Haul Gresik keesokan harinya. Kedatangan Al-Habib Fahri bin Syihab disambut langsung oleh Abuya Habib Zain bin Hasan Baharun. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, keduanya menyempatkan diri berkeliling meninjau fasilitas Perpustakaan Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. Sebagai sosok yang memiliki wawasan luas akan perkembangan dunia pendidikan di Barat, Al-Habib Fahri tampak antusias saat menelusuri tiap sudut perpustakaan. Beliau mengamati dengan saksama integrasi fasilitas modern yang ada di dalam gedung tersebut, mulai dari ruang baca yang nyaman hingga infrastruktur pendukung lainnya. Dalam sela-sela kunjungannya, Al-Habib Fahri bin Syihab mengungkapkan kekagumannya yang mendalam terhadap visi pengembangan literasi di Pondok Pesantren Dalwa. Beliau menyoroti bagaimana fasilitas perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi ruang yang inklusif dan solutif. “Perpustakaan ini sangat menarik dan visioner. Adanya fasilitas penunjang seperti area kafe yang nyaman untuk berdiskusi serta laboratorium komputer yang canggih menunjukkan bahwa pesantren kini mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitasnya,” tutur Al-Habib Fahri di sela-sela kunjungannya. Kunjungan ini bukan sekadar peninjauan fisik, melainkan langkah nyata dalam mempererat tali silaturahmi antar-tokoh dan institusi pendidikan Islam. Pertemuan antara Abuya Habib Zain bin Hasan Baharun dan Al-Habib Fahri bin Syihab menjadi teladan bagi para santri tentang pentingnya menjaga hubungan persaudaraan (ukhuwah) melampaui batas geografis. Manfaat dari kunjungan ini dirasakan sebagai penguat semangat dalam mengelola khazanah ilmu pengetahuan. Kehadiran seorang ulama yang memiliki pengalaman studi lintas benua diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi santri Dalwa untuk terus berinovasi dan membuka cakrawala pemikiran tanpa meninggalkan akar tradisi pesantren yang kuat. Kunjungan Al-Habib Fahri bin Syihab ini berakhir dengan diskusi hangat yang penuh makna. Silaturahmi ini menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika Dalwa bahwa perpustakaan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang perjumpaan bagi pemikiran besar yang terus merajut persaudaraan demi kemajuan umat Islam di masa depan.

Menyemai Silaturahmi Lintas Benua: Al-Habib Fahri bin Syihab Kunjungi Perpustakaan Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Read More »

Menakar Jejak Aksara di Tengah Gelombang Zaman: Seminar Ilmiah Perpustakaan Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki

PASURUAN — Di bawah naungan nafas ilmu yang senantiasa berhembus di bumi Dalwa, Perpustakaan Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki menjadi saksi bisu atas sebuah dialektika intelektual yang menggugah nalar. Pada Senin, 18 Mei 2026, ruang literasi tersebut ramai oleh kehadiran sosok cendekiawan, Dr. Ahmad Makki Lazuardi, dalam sebuah seminar ilmiah yang mengangkat keresahan eksistensial dunia kepenulisan: “Kematian Penulis atau Kebangkitan Pembaca: Di Mana Letak Literasi Kita Saat Ini?” Acara yang dipandu dengan elegan oleh moderator Ahmad Zaki Musthofa ini seolah memecah keheningan rak-rak buku, memancing antusiasme lebih dari 100 santri Dalwa yang hadir dengan api semangat di mata mereka. Di tengah arus informasi yang bergerak liar, para penuntut ilmu ini duduk melingkar, menyimak setiap diksi yang meluncur dari sang narasumber mengenai masa depan literasi dan nasib otoritas sebuah karya. Ustadz Muhammad Hilmi, selaku Amin Maktabah, turut mendampingi jalannya diskusi dengan penuh khidmat, memastikan setiap benih pemikiran yang ditaburkan Dr. Ahmad Makki Lazuardi jatuh di lahan yang subur. Seminar ini bukanlah sekadar transfer pengetahuan satu arah, melainkan sebuah ruang temu yang intim. Puncak dari diskusi ini tertuang dalam sesi tanya jawab yang mengalir cair. Para santri, yang telah lama menyelami samudra kitab, memberanikan diri melemparkan pertanyaan-pertanyaan kritis yang memantik diskusi lebih dalam. Sebagai bentuk apresiasi atas ketajaman berpikir dan keberanian bertanya, Dr. Ahmad Makki Lazuardi secara langsung memberikan hadiah berupa karya buku miliknya kepada para penanya terpilih. Sebuah simbol estafet ilmu yang manis; mempertegas bahwa di Perpustakaan Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, literasi bukanlah sekadar objek kajian, melainkan napas yang terus dihidupkan untuk menjaga martabat peradaban. Perhelatan ini pun ditutup dengan sebuah kesimpulan besar: bahwa literasi tidak akan pernah mati selama masih ada pembaca yang menghidupkan kembali roh penulis di setiap lembar yang dibaca. Sebuah langkah kecil dari santri Dalwa, namun menjadi gaung besar bagi masa depan literasi di tanah air.

Menakar Jejak Aksara di Tengah Gelombang Zaman: Seminar Ilmiah Perpustakaan Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Read More »

Mempererat Tali Persaudaraan, Delegasi Kedutaan Besar Yaman Kunjungi Perpustakaan Terpadu Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki

PASURUAN — Perpustakaan Terpadu Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki di Pondok Pesantren Dalwa kembali menjadi pusat perhatian dalam agenda lintas kelembagaan. Pada Kamis siang, 21 Mei 2026, perpustakaan yang menjadi kebanggaan civitas akademika Dalwa ini menerima kunjungan istimewa dari delegasi Kedutaan Besar Republik Yaman. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian rihlah dan silaturahmi delegasi setelah agenda kunjungan resmi mereka ke Universitas Islam Internasional (UII) Dalwa. Kehadiran para diplomat dari negeri yang dikenal sebagai pusat peradaban ilmu tersebut disambut dengan hangat oleh Al-Ustadz Nabil Barmawi beserta segenap staf pustakawan di lobi utama perpustakaan. Setibanya di lokasi, suasana keakraban langsung terasa. Al-Ustadz Nabil Barmawi memandu langsung rombongan delegasi untuk berkeliling meninjau berbagai fasilitas yang tersedia. Para tamu diajak melihat langsung koleksi literatur yang tertata rapi, ruang baca yang representatif, hingga sistem integrasi teknologi informasi yang diterapkan dalam tata kelola perpustakaan. Delegasi tampak antusias saat menyusuri setiap lorong rak buku. Mereka tidak hanya melihat koleksi kitab-kitab klasik, tetapi juga mengamati bagaimana perpustakaan ini menggabungkan manajemen modern dengan lingkungan belajar yang kondusif bagi para santri. Salah satu poin utama dalam kunjungan tersebut adalah kekaguman para delegasi terhadap standar fasilitas yang dihadirkan. Dalam sesi diskusi ringan, perwakilan delegasi Kedutaan Yaman menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap Perpustakaan Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. “Kami sangat terkesan dengan fasilitas modern yang ada di sini. Perpustakaan ini bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan sebuah ekosistem pendidikan yang luar biasa. Perpaduan antara nilai-nilai tradisi pesantren dengan sentuhan modernitas yang canggih sangatlah inspiratif,” ujar salah satu perwakilan delegasi di sela-sela peninjauan. Bagi pengelola perpustakaan, kehadiran tamu dari Kedutaan Yaman bukan hanya sekadar kunjungan teknis. Al-Ustadz Nabil Barmawi menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan kehormatan besar bagi institusi. “Tentu ini menjadi momen berharga untuk mempererat tali silaturahmi internasional. Selain menjadi ajang berbagi pengalaman dalam pengelolaan literasi, kami berharap kunjungan ini dapat membawa keberkahan bagi para santri dan pengembangan perpustakaan ke depannya,” ungkap Al-Ustadz Nabil Barmawi. Kunjungan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan pertukaran cendera mata sebagai simbol persaudaraan antara institusi pendidikan di Dalwa dengan pihak Kedutaan Yaman. Agenda kunjungan ini ditutup dengan harapan agar sinergi antara dunia pesantren di Indonesia dan jaringan pendidikan di Yaman dapat terus terjaga. Kunjungan delegasi Kedutaan Yaman ini menjadi bukti bahwa perpustakaan, sebagai jantung ilmu pengetahuan, memiliki daya tarik yang mampu menyatukan berbagai pihak dalam semangat untuk memajukan literasi Islam dunia.

Mempererat Tali Persaudaraan, Delegasi Kedutaan Besar Yaman Kunjungi Perpustakaan Terpadu Assayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Read More »