Mengasah Ketajaman Berpikir: Perpustakaan Dalwa Gelar Diskusi Seni Debat Berkelas Bersama Gus Wafi

PASURUAN – Perpustakaan Dalwa kembali menjadi pusat intelektual dengan menghadirkan ruang diskusi yang menggugah nalar pada Jum’at, 19 Juni 2026. Mengusung tema yang sangat relevan dengan dinamika komunikasi saat ini, acara bertajuk “Retorika, Dialektika, dan Kekuatan Argumentasi: Seni Debat Berkelas Tanpa Melukai Lawan” sukses menyedot antusiasme para santri dan pegiat literasi.

Diskusi yang dimulai tepat pukul 21.00 WIB ini menghadirkan sosok pemikir tajam, Gus Wafi, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Gus Wafi mengupas tuntas bagaimana retorika dan dialektika bukan sekadar alat untuk memenangkan argumen, melainkan seni menyampaikan kebenaran dengan etika dan kedalaman ilmu.

Debat sebagai Sarana Pertumbuhan, Bukan Permusuhan

Dalam suasana diskusi yang hangat namun kritis di Perpustakaan Dalwa, Gus Wafi menekankan bahwa kekuatan argumentasi yang sesungguhnya terletak pada kemampuan seseorang untuk membedah masalah tanpa harus menyerang pribadi lawan.

“Debat yang berkelas adalah debat yang mampu mencerahkan. Kita tidak sedang mencari siapa yang paling lantang, melainkan siapa yang mampu menyusun gagasan secara sistematis dan santun,” ujar Gus Wafi di hadapan para peserta.

Panduan Moderator yang Inspiratif

Acara ini dipandu dengan sangat apik oleh Ust. Bambang Nurdiyansyah. Selaku moderator, Ust. Bambang berhasil menjaga alur diskusi tetap dinamis, memastikan setiap poin argumen yang disampaikan oleh pemateri maupun peserta dapat tereksplorasi dengan maksimal. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri, menjaga koridor diskusi agar tetap berada pada koridor ilmiah namun tetap asyik untuk diikuti hingga larut malam.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membudayakan tradisi diskusi yang sehat di lingkungan pendidikan, di mana perbedaan pendapat dipandang sebagai kekayaan intelektual, bukan pemicu perpecahan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *