admin

Kedatangan rektor universitas al-Ahqaf Prof.Dr.Abdullah Baharun

REKTOR UNIVERSITAS AL-AHQAF YAMAN KUNJUNGI PERPUSTAKAAN PONPES DALWA, PERKUAT KERJA SAMA AKADEMIK DAN KEILMUAN Indonesia — Rektor Universitas Al-Ahqaf, Yaman, Prof. Dr.Abdullah Baharun, tiba ponpes dalwa pada Jum’at 1 Agustus dalam rangka kunjungan resmi untuk mempererat hubungan akademik dan keilmuan . Kedatangan beliau disambut hangat oleh para pimpinan pesantrent termasuk pengasuh ponpes dalwa abuya al-habib zain baharun, tokoh akademisi, serta perwakilan lembaga keilmuan yang telah lama menjalin komunikasi dengan Universitas Al-Ahqaf. Dalam kunjungan ini, Rektor Al-Ahqaf dijadwalkan menghadiri beberapa agenda penting seperti reuni alumni ponpes dalwa,dan haul pendiri ponpes dalwa abuya al-habib hasan baharun. Dalam sambutannya, Prof. Dr.Abdullah Baharun menyampaikan apresiasi mendalam terhadap para pengurus dan santri untuk mengikuti figur seperi abuya hasan dan beliau juga menyampaikan bahwa abuya hasan lah yg pertama mempererat hubungan keilmuan antara indonesia dengan yaman. Pihak tuan rumah juga menyambut kedatangan beliau dengan penuh antusias. Mereka berharap kunjungan ini membawa dampak positif dalam penguatan jaringan keilmuan antara ponpes dalwa dan Universitas Al-Ahqaf, terutama dalam bidang pengkajian ilmu syariah, dakwah, dan studi Al-Qur’an.

Kedatangan rektor universitas al-Ahqaf Prof.Dr.Abdullah Baharun Read More »

LARANGAN MENYEBUT ASMA ALLAH DI KAMAR MANDI

bagaimana hukumnya mengucap lafazh niat mandi wajib di dalam keadaan telanjang? Itu saja terimakasih. JAWABAN : 1. Perlu diketahui bahwa batasan sebuah tempat dapat dikategorikan sebagai خلاء ( tempat buang hajat ) yang akan berkonskwensi makruh melakukan dzikir di dalamnya adalah : a. Tempat yang disediakan untuk خلاء ( toilet ). b. Tempat yang pernah terpakai guna membuang hajat ( قضاء الحاجة ). c. Tempat yang disebut sebagai الخلاء secara ‘urf karena sering digunakan untuk membuang hajat . Referensi : ( فصل في اداب الخلاء وفي الاستنجاء ) يقدم داخل الخلاء يساره والخارج يمينه لمناسبة اليسار للمستقذر واليمين لغيره والخلاء بالمد المكان الخالى نقل الى البناء المعد لقضاء الحاجة عرفا ( ولا يحمل ) في الخلاء ( ذكر الله ) اي مكتوب ذكر من القران او غيره تعظيما له وحمله قال في الروضة مكروه لا حرام والصحراء كالبنيان في هذين الادبين . قوله المهياء اي المعد وهو يحصل بان يهياء لذالك او بقضاء الحاجة فيه مع القصد العود اليه بغير بناء او يتكرر قضاء الحاجة فيه مرات يعده العرف فيها معدا وهل نحو المكان التي جرت عادة الناس بقضاء الحاجة عليها من المعد مال شيخنا الى انها ليست منه فراجعه. حاشية قليوب وعميرة ج 1 ص 2. Boleh niat dalam keadaan telanjang, karena niat tempatnya di hati, dan diperbolehkan membuka aurot waktu buang hajat atau mandi, asal di tempat yang tidak terlihat orang. يجوز كشف العورة في محل الحاجة في الخلوة كحالة الاغتسال والبول ومعاشرة الزوجة اما بحضرة الناس فيحرم كشفها. حاشية البجيرمي علي الخطيب ج 1 ص 192

LARANGAN MENYEBUT ASMA ALLAH DI KAMAR MANDI Read More »

Hasil bahsul masail

HASIL MUSYAWOH MINGGUAN MINGGU KE 3 NAHWU PERTANYAAN: 1. Dalam ibarah kitab Fathul Qarib berikut iniApa mahalul i’rab (tempat i’rab) dari kalimat مثلا ? (وإذا أخذها) أي اللقطة (وجب عليه أن يَعرِف) في اللقطة عقبَ أخذها (ستة أشياء: وِعاءها) من جلد أو خرقة مثلا، Jawaban: “Kedudukan i‘rab kalimat tersebut adalah sebagai maf‘ul mutlak dari أمثل‘āmil (kata kerja) yang dibuang, yaitu ‘ Referensi: المعجم المفصل في الإعراب ص 353 -مثلا-  تأتي: مفعولا مطلقا منصوبا على التقدير : أمثل. FIQIH PERTANYAAN:  Dalam ibarah kitab fathul qorib berikut iniشيئا حقيرا1.apa yang di maksud ومن التقط شيأ حقيرا لا يُعرِّفه سَنةً، بل يعرفه زمنا يظن أن فاقده يعرض عنه بعد ذلك الزمن. (فإن لم يجد صاحبها) بعد تعريفها سنة (كان له أن يتملكها بشرط الضمان) لها.  Jawaban: Yang dimaksud dari kalimat tersebut adalah bahwa orang yang kehilangan barang itu tidak terlalu khawatir atas kehilangannya, dan ia tidak akan mencarinya dalam waktu yang lama. Referensi: حاشية البايجوري ومن التقط شيئة حقيرة هو ما يغلب على الظن أن فاقده لا يكثر أسفة عليه ولا يطول طلبه له غالبا متمولا كان أو مختصة ولا يتقيد بالشيئ.

Hasil bahsul masail Read More »

Hasil musyawarah fiqhiyah

NAHWU PERTANYAAN: 1. Dalam ibarah kitab Fathul Qarib berikut iniApa mahalul i’rab (tempat i’rab) dari kalimat مثلا ? (وإذا أخذها) أي اللقطة (وجب عليه أن يَعرِف) في اللقطة عقبَ أخذها (ستة أشياء: وِعاءها) من جلد أو خرقة مثلا، Jawaban: “Kedudukan i‘rab kalimat tersebut adalah sebagai maf‘ul mutlak dari أمثل‘āmil (kata kerja) yang dibuang, yaitu ‘ Referensi: المعجم المفصل في الإعراب ص 353 -مثلا-  تأتي: مفعولا مطلقا منصوبا على التقدير : أمثل. FIQIH PERTANYAAN:  Dalam ibarah kitab fathul qorib berikut iniشيئا حقيرا1.apa yang di maksud ومن التقط شيأ حقيرا لا يُعرِّفه سَنةً، بل يعرفه زمنا يظن أن فاقده يعرض عنه بعد ذلك الزمن. (فإن لم يجد صاحبها) بعد تعريفها سنة (كان له أن يتملكها بشرط الضمان) لها.  Jawaban: Yang dimaksud dari kalimat tersebut adalah bahwa orang yang kehilangan barang itu tidak terlalu khawatir atas kehilangannya, dan ia tidak akan mencarinya dalam waktu yang lama. Referensi: حاشية البايجوري ومن التقط شيئة حقيرة هو ما يغلب على الظن أن فاقده لا يكثر أسفة عليه ولا يطول طلبه له غالبا متمولا كان أو مختصة ولا يتقيد بالشيئ.

Hasil musyawarah fiqhiyah Read More »