El-Mufiq

FORUM MUSYAWAROH FIQHIYYAH : EL-MUFIQ

Perpustakaan Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki – Ponpes Dalwa 1. Latar Belakang: Episentrum Dialektika Fiqhiyyah Di tengah arus disrupsi global, kebutuhan akan kepastian hukum Islam (istinbath al-ahkam) yang kontekstual menjadi keniscayaan. El-Mufiq (Forum Musyawarah Fiqhiyyah) lahir sebagai manifestasi dinamis dari kekayaan literatur Turast yang tersimpan di Perpustakaan Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. Forum ini bukan sekadar ajang debat, melainkan laboratorium intelektual tempat mahasantri menguji validitas teks klasik terhadap realitas modern. Dengan dukungan infrastruktur perpustakaan digital dan sistem RFID, El-Mufiq mentransformasi metode Bahtsu Masail tradisional menjadi riset kolaboratif yang sistematis, cepat, dan akurat. 2. Visi dan Misi Visi: “Menjadi mercusuar pemikiran fikih kontemporer yang otoritatif di level regional dan nasional, dengan mengintegrasikan metodologi klasik (Manhaj al-Fikr) dan kemajuan teknologi informasi.” Misi: 3. Struktur Operasional & Program Kerja El-Mufiq bergerak secara organik melalui tingkatan klasifikasi musyawarah yang terukur: 4. Nilai Strategis (The Edge) Yang membedakan El-Mufiq dengan forum serupa lainnya adalah Ekosistem Pendukungnya. Berlokasi di Perpustakaan Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, para peserta musyawarah memiliki akses langsung ke 15.000+ eksemplar kitab fisik dan ribuan referensi digital melalui teknologi Smart Library. Karakteristik El-Mufiq: Refleksi Intelektual: “Fikih adalah entitas yang hidup. El-Mufiq memastikan bahwa detak jantung hukum Islam tetap berirama dengan denyut nadi zaman, tanpa melepaskan pegangan pada akar tradisi yang mulia.”

FORUM MUSYAWAROH FIQHIYYAH : EL-MUFIQ Read More »

LARANGAN MENYEBUT ASMA ALLAH DI KAMAR MANDI

bagaimana hukumnya mengucap lafazh niat mandi wajib di dalam keadaan telanjang? Itu saja terimakasih. JAWABAN : 1. Perlu diketahui bahwa batasan sebuah tempat dapat dikategorikan sebagai خلاء ( tempat buang hajat ) yang akan berkonskwensi makruh melakukan dzikir di dalamnya adalah : a. Tempat yang disediakan untuk خلاء ( toilet ). b. Tempat yang pernah terpakai guna membuang hajat ( قضاء الحاجة ). c. Tempat yang disebut sebagai الخلاء secara ‘urf karena sering digunakan untuk membuang hajat . Referensi : ( فصل في اداب الخلاء وفي الاستنجاء ) يقدم داخل الخلاء يساره والخارج يمينه لمناسبة اليسار للمستقذر واليمين لغيره والخلاء بالمد المكان الخالى نقل الى البناء المعد لقضاء الحاجة عرفا ( ولا يحمل ) في الخلاء ( ذكر الله ) اي مكتوب ذكر من القران او غيره تعظيما له وحمله قال في الروضة مكروه لا حرام والصحراء كالبنيان في هذين الادبين . قوله المهياء اي المعد وهو يحصل بان يهياء لذالك او بقضاء الحاجة فيه مع القصد العود اليه بغير بناء او يتكرر قضاء الحاجة فيه مرات يعده العرف فيها معدا وهل نحو المكان التي جرت عادة الناس بقضاء الحاجة عليها من المعد مال شيخنا الى انها ليست منه فراجعه. حاشية قليوب وعميرة ج 1 ص 2. Boleh niat dalam keadaan telanjang, karena niat tempatnya di hati, dan diperbolehkan membuka aurot waktu buang hajat atau mandi, asal di tempat yang tidak terlihat orang. يجوز كشف العورة في محل الحاجة في الخلوة كحالة الاغتسال والبول ومعاشرة الزوجة اما بحضرة الناس فيحرم كشفها. حاشية البجيرمي علي الخطيب ج 1 ص 192

LARANGAN MENYEBUT ASMA ALLAH DI KAMAR MANDI Read More »

HASIL MUSYAWAROH FIQHIYYAH : EL-MUFIQ

HASIL MUSYAWOH MINGGUAN MINGGU KE 3 NAHWU PERTANYAAN: 1. Dalam ibarah kitab Fathul Qarib berikut iniApa mahalul i’rab (tempat i’rab) dari kalimat مثلا ? (وإذا أخذها) أي اللقطة (وجب عليه أن يَعرِف) في اللقطة عقبَ أخذها (ستة أشياء: وِعاءها) من جلد أو خرقة مثلا، Jawaban: “Kedudukan i‘rab kalimat tersebut adalah sebagai maf‘ul mutlak dari أمثل‘āmil (kata kerja) yang dibuang, yaitu ‘ Referensi: المعجم المفصل في الإعراب ص 353 -مثلا-  تأتي: مفعولا مطلقا منصوبا على التقدير : أمثل. FIQIH PERTANYAAN:  Dalam ibarah kitab fathul qorib berikut iniشيئا حقيرا1.apa yang di maksud ومن التقط شيأ حقيرا لا يُعرِّفه سَنةً، بل يعرفه زمنا يظن أن فاقده يعرض عنه بعد ذلك الزمن. (فإن لم يجد صاحبها) بعد تعريفها سنة (كان له أن يتملكها بشرط الضمان) لها.  Jawaban: Yang dimaksud dari kalimat tersebut adalah bahwa orang yang kehilangan barang itu tidak terlalu khawatir atas kehilangannya, dan ia tidak akan mencarinya dalam waktu yang lama. Referensi: حاشية البايجوري ومن التقط شيئة حقيرة هو ما يغلب على الظن أن فاقده لا يكثر أسفة عليه ولا يطول طلبه له غالبا متمولا كان أو مختصة ولا يتقيد بالشيئ.

HASIL MUSYAWAROH FIQHIYYAH : EL-MUFIQ Read More »